K.H.A. Mustofa Bisri
Kompas 2007
14x21 cm, 208 hlm
Rp 36,000
Disk: 10 %
Membuka Pintu Langit
K.H.A. Mustofa Bisri
Dalam tulisan berjudul “Hanya Bermodal Ingin”
Gus Mus mengeluh soal NU, “Kenapa NU dari dulu kok hanya berperan
seperti satpam saja?” Ketika Gus Dur
mendengar keluhan tersebut, lantas menjawab dengan jawaban khas Gus Dur, “Lha,
apa kurang mulia menjadi satpam?” Sebagai
kiai pembelajar, tulisan Gus Mus dalam buku ini memberikan pembeningan batin. Kalau
kita tidak mau dihina, maka janganlah menghina. Bahkan ketika kita disakiti
pun, dianjurkan agar kita tetap bersabar. Apa arti semua itu? Kita tetap
berbuat baik terhadap sesama, saling memaafkan, termasuk menaklukkan kebakhilan
dalam diri kita. Sehingga semua amal baik yang kita lakukan akan membuka pintu
langit sebagai rahmat Allah terhadap kita. Kemudian ketika menjalankan ibadah
haji, sebagian jemaah tega menyikut kanan kiri ketika akan mencium Hajar Aswad
hanya untuk mendapatkan kemabruran? Gus Mus mengajak kita merenungkan hal ini. Buku
ini layak dimiliki siapa saja yang merindukan pencerahan dan pembeningan mata
batin untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sesama.
Kompas 2007
14x21 cm, 208 hlm
Rp 36,000
Disk: 10 %
Membuka Pintu Langit
K.H.A. Mustofa Bisri
Dalam tulisan berjudul “Hanya Bermodal Ingin”
Gus Mus mengeluh soal NU, “Kenapa NU dari dulu kok hanya berperan
seperti satpam saja?” Ketika Gus Dur
mendengar keluhan tersebut, lantas menjawab dengan jawaban khas Gus Dur, “Lha,
apa kurang mulia menjadi satpam?” Sebagai
kiai pembelajar, tulisan Gus Mus dalam buku ini memberikan pembeningan batin. Kalau
kita tidak mau dihina, maka janganlah menghina. Bahkan ketika kita disakiti
pun, dianjurkan agar kita tetap bersabar. Apa arti semua itu? Kita tetap
berbuat baik terhadap sesama, saling memaafkan, termasuk menaklukkan kebakhilan
dalam diri kita. Sehingga semua amal baik yang kita lakukan akan membuka pintu
langit sebagai rahmat Allah terhadap kita. Kemudian ketika menjalankan ibadah
haji, sebagian jemaah tega menyikut kanan kiri ketika akan mencium Hajar Aswad
hanya untuk mendapatkan kemabruran? Gus Mus mengajak kita merenungkan hal ini. Buku
ini layak dimiliki siapa saja yang merindukan pencerahan dan pembeningan mata
batin untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sesama.



0 comments:
Post a Comment